[Review] Generasi Milenial dan Gadget, IDN Times Mengerti Kebutuhan Kita

By | Maret 26, 2018

review idn times

Kurangcermat.com – Membicarakan soal generasi milenial dan gadget. Ada apa sih dengan generasi milenial itu? Hingga masyarakat internet, warganet, atau netizen banyak yang mendengung-dengungkan generasi milenial. Dari sudut pandang saya, generasi milenial merupakan pemuda bangsa ini mulai dari yang baru bikin KTP sampai emak-emak nganterin anaknya ke playgroup, mereka masuk ke golongan milenial, emak-emak yang masih muda ya, kira kira yang punya anak pertamanya masih playgrup, atau lebih spesifik orang yang lahir di tahun 80an hingga 2000-an.

Dari umur yang masih muda dan relatif mengenal teknologi terbaru, kita sudah terbiasa dengan teknologi digital sejak kecil. Saya sendiri dari kecil sudah liat tontonan tersanjung, main game nintendo dan dingdong, tapi tetap masih main layangan dan kelereng. Riset saya mengatakan dominasi pengakses internet merupakan kaum milenial, itulah sebabnya netizen ramai dan banyak menggunakan kata milenial. Namun ada juga bapak-bapak yang aktif dan bergabung dengan generasi milenial seperti pak mahfud MD dan Hotman Paris kedua bapak selebgram ini aktif di berbagai platform sosial media.

Membahas milenial selalu berhubungan dengan gadget. Siapa sih yang tidak mengenal smarphone, atau lebih sederhananya handphone layar sentuh. Keterikatannya dengan gadget identik dengan menunduk dan colokan ditambah wifi. Dengan kemudahan akses yang ditawarkan dan kecepatan informasi, kita selalu terupdate dengan gejolak di dunia, sekecil apapun itu. “nyoohh nyoohh” kalimat ini juga sekarang udah nggak asing dan banyak yang langsung terhubung dengan sosok bu dendy, si cantik nan kaya yang kemarin sempat viral, atau putusnya hubungan justin, mobil lambo rafi dicat jadi gak keren, deddy corbuzier di panggil kpk dan masih banyak lagi gejolak gejolak yang selalu mengundang diskusi para netizen.

Saya sendiri juga kadang suka penasaran, gimana tidak. Tiba-tiba ada temen yang suka nyeletuk pakai kalimat baru, kayak misalnya pas titip makanan ditambahi embel-embel “nyoh-nyoh” secara tidak langsung bikin penasaran, ternyata emak-emak tulungagung yang bikin kalimat tersebut jadi viral.

bu dendi nyoh nyoh

Nah, sebenarnya generasi kita mengalami banyak gejolak dari internal dan eksternal. Kesiapan kita menghadapi era digital ini belum sepenuhnya, melihat kids zaman now mengenal lebih dalam tentang internet dan seluk beluknya di usia yang sudah matang, jadi bisa dibilang naik susah-turun pun susah. Menerima perubahan teknologi yang begitu cepat, arus informasi super cepat dan dunia sosial media membuat semua yang dibaca seolah-olah benar kemudian ingin cepat-cepat menyampaikan informasi tersebut, padahal sumbernya belum jelas dari mana. Dari situ munculah literasi media dan sosialisasi berita hoax.

Misalnya pas baca berita online, di portal yang saya kunjungi suka ada related post atau rekomendasi untuk anda. Disitulah suka kena tipu click bait berita nggak berfaedah yang ujung-ujungnya di baca juga. Terlebih ketika beritanya memuat provokasi seakan-akan menarik untuk dibaca click share.

Secara tidak disengaja sekitar setengah tahun yang lalu saya jatuh cinta dengan salah satu portal berita IDN Times. Awalnya saya suka baca berita di ‘artikel untuk anda’ google chrome, dan juga platform anak muda yaitu line today. Keseringan baca beritanya masuk ke situs idntimes.com, terutama di line today hampir setiap listicle pasti IDN Times. Lama-lama semakin masuk, baca lagi penasaran dengan berita-berita terkait, baca lagi semakin masuk kedalam dan klimaksnya download aplikasi IDN Times di google play.

Kenapa harus IDN Times? Karna pas baca artikelnya selalu sampai habis, generasi milenial kan terkenal malas membaca (nggak semua), baca inti-intinya aja, liat gambarnya, sekalinya baca artikel panjang yang dibaca sub numerik listicle doang, pas baca di portal generasi milenial ini saya bisa kelar baca sampe abis. Berarti ini membuktikan kalo artikelnya menarik nggak cuma judulnya doang yang click bait. Biasanya hal paling rutin pas bangun pagi, setelah presensi whatsapp, instagram, line dan IDN Times, ada berita baru apasih pagi ini, nah setelah semua beres barulah minum dan kencing.

review idn times

Berbagai keseruan IDN Times yang membuat saya betah dan seberapa besar manfaat yang diberikan? Mari kita ulik bareng-bareng.

The voice milenials and gen Z

Hal pertama yang bikin betah baca sampai usai dan ketagihan dengan artikel-artikel disamping, kiri, kanan, bawah kontennya emang disasar buat generasi milenial, berita yang dimuat, bahasa yang digunakan, tema web, dan aktifitasnya menggunakan konsep anak muda yang energik. Disinilah hal yang saya sukai, mungkin ini ya dari sudut pandang saya, IDN Times memang sengaja menyasar kids zaman now untuk siap menghadapi era digital yang sudah terjadi dengan konten-konten yang bermanfaat dari anak muda, oleh anak muda dan untuk anak muda.

  1. Aplikasi yang ringan

Dengan mendownload aplikasinya di google play saya rasa bakal memudahkan mengakses, karna kita tidak perlu lagi buka browser, nulis link, dan loading. Aplikasi Cuma sekali tap, beres. Akses data juga lebih enteng, ada perbedaan yang bakal kamu rasain, loading di aplikasi lebih cepet karna emang ringan. Lumayan kan bisa mangkas kuota kamu yang biasanya beli kartu habis buang.

  1. Tampilan antarmuka responsive

Ini sesuatu banget teman-teman, kita dijamin ya tidak bosan pas pertama kali buka aplikasinya. Karna selalu terupdate, simple tapi responsive. Ini yang bikin betah scroll.

  1. Kategori banyak

review idn times

Ini sudah hal pasti untuk web sekelas portal berita, yang suka traveling tinggal buka kategori traveling, suka otomotif buka otomotif, tiap bulan ganti hp? Buka aja kategori tech. Atau lebih suka yang trending-trending? Mudah banget, cukup sekali gerakan scroll kanan udah bisa masuk ke trending.

  1. Ada softnews dan hardnews

review idn times

Artikel yang dimuat tidak hanya info-info yang lagi viral dan terkini saja, karna banyak juga artikel yang masuk ke softnews kayak misalnya di kategori travel disitu ada berbagai artikel yang membahas tentang bagaimana kalo liburan ke suatu daerah, lokasi mana saja yang bakal kamu kunjungi dan rekomendasi nya seperti apa, dari situ paling tidak kita udah bisa ancang-ancang berapa budget untuk liburan.

  1. Bookmarks

review idn times

Ini menurut saya penting temen-temen. Karna kadang ketika saya baca artikel di browser kalo misalnya artikel tersebut menarik saya masukin di bookmark. Nah, di aplikasi ini kita juga bisa bookmarks artikel yang menarik kalo nantinya artikel tersebut bakal kita butuhin, biasanya seperti tips, dan panduan yang sering saya bookmarks.

  1. Community

review idn times

Community disini bukan fans dari IDN Times ya tapi lebih tepatnya kumpulan author, eh bukan ding. Penulis lepas (freelance) lebih tepatnya, yang kita bisa kirim artikel untuk di publikasikan di IDN Times. Tapi harus melalui filter editor dulu biar tetap terarah dan sesuai norma. Dari editor juga bakal ngasih revisian kalo artikel yang kita buat sebenernya layak di publish tapi masih banyak kekurangan. Dan enaknya lagi, kalo artikelnya terbit kita bakal dapat poin yang bisa diuangkan lumayan kan jadi penulis lepas (freelance) di IDN Times. Daftar jadi Community juga gampang gak ribet. Wadah ini juga berguna untuk blogger yang udah punya blog fokus di hal tertentu. Misalnya food blogger, nggak mungkin juga kan dia nulis tentang makanan terus, pasti pingin sekali-kali nulis otomotif, atau technologi. Nah disinilah salah satu wadah buat orang-orang seperti itu. Karna kalo kita aktif nulis di community IDN Times, tidak cuma artikel kita di publish dan dibaca banyak orang, di situs ini bakal ngasih apresiasi dan banyak reward-reward dalam bentuk poin.

review idn times

Ini tampilan dasboard community, terlihat simple namun informatif. Dan sampai sekarang saya belum sempat berkontribusi menulis disini.
  1. Manfaat Seabrek

Semua keseruan sudah dicoba, hasil dari keseruan tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah manfaat. Yass, selain kita kaya wawasan tiap bangun pagi bau jigong udah baca berita. Bukan itu bro! Tapi, manfaat menjadi manusia smart siap dengan era digital dan tidak mudah terpengaruh dengan isu hoax. Membaca membuka cakrawala dunia, menulis menuangkan ide masa depan. Lebih dari itu deh kayaknya, mengikuti tren berbagai perkembangan, mempunyai banyak relasi di community IDN Times, dan kalo tulisannya terbit bisa dapat uang. Udah aktif nulis dapat uang pula, enak yakan, coba kalo skripsi seperti ini. Mungkin, generasi setelah kita 5-10 tahun mendatang akan lebih siap menghadapi tantangan global karna dari kecil sudah mengenal dunia Internet, apalagi dijejali dengan konten-konten bermanfaat.

review idn times

review idn times

Dari semua keseruan dan manfaat yang kita dapetin di IDN Times, tak lain dan tak bukan ini merupakan platform buatan manusia yang pasti punya batasan-batasan dan kekurangan. Saya paling sering baca trending sama kategori travel. Untuk travel kadang saya nemuin berbagai kejanggalan informasi, artikel yang dibuat seakan masih ngambang, jadi belum bener-bener usai, kita baca tuh seperti besok ada kelanjutannya di artikel berikutnya. Jadi kesannya kurang spesifik membahas sesuatu, kurang lebih begitu. Saya yakin sebuah perusahaan besar ataupun rintisan bakal selalu berkembang dan terus berbenah.

Oke. Masih banyak keseruan-keseruan lain yang bakal kalian temuin seperti fitur kuis, video lucu, viral, cerita fiksi dan kalian bisa eksplore sendiri ya dengan memanfaatkan ‘indra kepekaan netizen’, saya yakin kalian lebih bisa memaksimalkan dan menyimpulkan sendiri. Tenang aja bisa di akses melalui web maupun mengunduh aplikasinya di AppStore/Google Play . oh iya selain itu kalo kalian pakai line, biasanya muncul kok di line today. Mudah bukan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *